Home Digital Ngobras GP Ansor DKI Jakarta: Bahas Ruang Digital Menjadi Media Dakwah

Ngobras GP Ansor DKI Jakarta: Bahas Ruang Digital Menjadi Media Dakwah

1,151
0
SHARE
Ngobras GP Ansor DKI Jakarta: Bahas Ruang Digital Menjadi Media Dakwah

Keterangan Gambar : NGOBRAS “Ngobrol Bareng Sahabat”, Sekretariat PAC GP Ansor Kec. Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Pimpinan Wilayah GP Ansor DKI Jakarta bekerja sama dengan Ditjen APTIKA Kemenkominfo RI.

 

infokomnews.com - Sabtu, 29 Juli 2023 bertempat di Sekretariat PAC GP Ansor Kec. Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Pimpinan Wilayah GP Ansor DKI Jakarta bekerja sama dengan Ditjen APTIKA Kemenkominfo RI mengadakan seminar literasi digital dengan tajuk NGOBRAS “Ngobrol Bareng Sahabat”. Seminar kali ini bertema “Ruang Digital Menjadi Media Dakwah”. Seminar di awali Keynote Speech oleh Bapak Semuel Abrijani Pangarepan selaku Direktur Jenderal Aplikasi & Informatika Kemenkominfo RI, kemudian Sekretaris Wilayah GP ansor DKI Jakarta H. Sulton Mu’minah sebagai pembicara utama, Pegiat Sosial Media Bapak Duraji sebagai narasumber kedua, serta Ustadzah Asiah selaku narasumber ketiga.

Dalam kegiatan yang dilaksanakan dengan peserta Anggota GP Ansor DKI Jakarta, Dirjen Kemenkominfo sebagai Keynote Speech menyampaikan dalam video nya bahwa perkembangan teknologi dunia semakin pesat, beliau menghimbau kepada seluruh masyarakat agar dapat memilih dan memilah informasi dalam dunia teknologi saat ini, sehingga dunia informasi dan teknologi dapat dimanfaatkan dengan baik. Lalu H. Sulton Mu’minah mengatakan ada 3 kemudahan yang diperoleh dalam pemanfaatan ruang digital sebagai media dakwah yaitu :

  1. Akses ke akun Media Sosial yang sangat mudah
  2. Mudah dijangkau kalangan luas 
  3. Konten Dakwah bisa disaksikan kapan saja.

"Memanfaatkan ruang digital sebagai media dakwah adalah saat ini sangat dijadikan rujukan khalayak luas khususnya bagi seorang muslim yang ingin memperdalam ilmu agama sehingga dapat diterapkan dalam menentukan perilaku sesuai dengan aturan dan ketentuan agama yang disampaikan dengan menarik oleh Kyai/Nyai/Ustad/Ustadzah", ungkap Duraji selaku penggiat media sosial.  

Menurut H. Sulton, konten dakwah Agama khususnya pesan Islam sebagai agama yang Rahmatan lil'alamin harus menjadi prioritasnya berdakwah di media sosial. Selain itu ada ada beberapa faktor yang membuat masyarakat tertarik untuk mengikuti konten dakwah di ruang digital, faktor - faktor tersebut diantaranya, melihat sosok pendakwah (Da'i), materi yang disampaikan, metode penyampaian, media yang hari ini banyak digunakan, dan objektifitas dari kesimpulan yang diberikan.

Dihadapan peserta seminar hal senada di sampaikan Ustadzah Asiah sebagai pembicara bahwa dakwah dalam ruang digital ini adalah dakwah yg harus di kedepan kan karena perkembangan zaman. "Secara masyarakat Indonesia telah menggunakan Internet lebih dari 70%. Dakwah ini dirasa perlu ditingkatkan mengingat dalam sehari rata rata masyarakat Indonesia menghabiskan waktu sekitar 7 jam untuk menggunakan Internet", ungkap Ustadzah Asiah.

Pemanfaatan dakwah di ruang digital saat ini harus juga menjadi perhatian kita semua. Jangan sampai ada oknum - oknum yang memanfaatkan media sosial untuk media dakwah justru menyampaikan pesan - pesan yang dapat memecah belah dengan membuat pernyataan - pernyataan subjektif dalam menafsirkan pesan dalam ayat suci yang akhirnya menimbulkan multitafsir bagi masyarakat yang menyaksikannya.