
Keterangan Gambar : Bencana banjir besar melanda wilayah kota Denpasar.
infokomnews.com - Bencana banjir besar melanda wilayah kota Denpasar khususnya di Jalan Pura Demak, Pemecutan Kelod, Kota Denpasar, sejak pukul 03.00 Wita sampai saat ini. Ketinggian air hampir mencapai 4 meter, membuat warga segera di evakuasi ke Gedung PWNU Bali lantai 2 guna mencari tempat yang aman. Di tengah rawannya ancaman bencana alam di Bali, sebuah langkah kecil namun penuh makna lahir dari para pemuda Ansor. Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Ansor (PW GP Ansor) Provinsi Bali bersama organisasi kepemudaan lintas iman mendirikan Posko Bencana Bersama di Gedung PWNU, Jalan Pure Demak, Denpasar. Inisiatif ini lahir sebagai respons cepat atas banjir besar yang melanda Denpasar pada 10 September 2025.
Ketua PW GP Ansor Provinsi Bali, Sahabat Ketua H. Tomy Reza Kurniawan, menjelaskan bahwa gagasan posko ini berawal dari komunikasi yang terjalin dengan organisasi kepemudaan lintas agama setelah adanya arahan dari pimpinan pusat Ansor. Menurutnya, kolaborasi lintas iman penting sebagai wujud nyata persatuan dan kepedulian terhadap sesama.
“Bencana adalah ujian kemanusiaan, bukan hanya untuk satu kelompok. Karena itu, pemuda lintas iman di Bali dari Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, Konghucu, hingga Islam, siap turun langsung membantu masyarakat yang terdampak,” ujar Tomy.
Sejak hari pertama, relawan GP Ansor bersama Banser dan pemuda lintas agama langsung bergerak membagikan makanan ringan, nasi bungkus, dan air bersih kepada warga terdampak. Menurut Tomy, makanan menjadi kebutuhan paling mendesak karena banyak rumah terendam banjir sehingga warga tidak bisa memasak.
Selain menyalurkan bantuan, Posko Bencana Bersama juga melakukan pendataan warga terdampak untuk memastikan bantuan tepat sasaran. Relawan ditugaskan berkeliling memetakan kebutuhan darurat, mencatat nama, alamat, hingga kontak warga yang sangat membutuhkan, agar bantuan bisa segera disalurkan.
Lebih lanjut, Tomy menekankan bahwa gerakan ini lahir dari rasa cinta dan tanggung jawab sebagai anak bangsa, tanpa membeda-bedakan suku maupun agama.
“Kami ingin menunjukkan bahwa ketika bencana terjadi, kita semua adalah saudara sebangsa. Walaupun sebagian kader Ansor sendiri ikut terdampak, mereka tetap hadir di garda depan untuk membantu masyarakat lain,” tegasnya.
Inisiatif GP Ansor Bali ini mendapat apresiasi luas karena menjadi bukti nyata semangat gotong royong dan persaudaraan lintas iman dalam menghadapi bencana di Pulau Dewata.








LEAVE A REPLY